Tuesday, September 1, 2020

Sistem Pengapian Full Transistor ( Elektronik)

Apasih Sistem Pengapian Full Transistor ?

1. Definisi Sistem Pengapian Sistem pengapian adalah suatu system yang ada dalam setiap motor bensin, digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara yang telah dikompresikan oleh torak di dalam silinder (Sumber: Skripsi, Oleh Sularto, Tahun 2004, Hal.26).

 2.Definisi Sistem Pengapian Elektronik Sistem pengapian EFI atau elektronik adalah system pengapian yang memanfaatkan komponen elektronik seperti transistor, resistor, dll untuk memutus dan mengalirkan arus primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus, maka pada sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara elektronis. 

3. Gambar Blok Diagram Sistem Pengapian Elektronik TCI Tipe Induktif
4. Komponen Sistem Pengapian EFI 

1) Battery
    Baterai atau aki, atau bisa juga accu adalah sebuah sel listrik dimana di dalamnyaberlangsung proses elektrokimia yang reversibel (dapat berbalikan) dengan efisiensinya yang tinggi.Yang dimaksud dengan proses elektrokimia reversibel, adalah di dalam baterai dapat berlangsungproses pengubahan kimia menjadi tenaga listrik (proses pengosongan), dan sebaliknya dari tenagalistrik menjadi tenaga kimia, pengisian kembali dengan cara regenerasi dari elektroda-elektroda yangdipakai, yaitu dengan melewatkan arus listrik dalam arah (polaritas) yangberlawanan di dalam sel. Atauaki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, yang akandigunakan untuk mensuplai (menyediakan) listik ke sistem starter, sistem pengapian, lampu-lampu dankomponen komponen kelistrikan lainnya. Komponen pada aki atau battery:
 • Pelat Pelat dari aki harus sedemikian rupa sehingga aki dapat memenuhi persyaratan listrik yang ditentukan, terpasang kuat untuk menahan getaran sehingga tidak menimbulkan keretakan atau perubahan bentuk. 
• Penyekat Penyekat harus terbuat dari bahan yang tahan asam dan berpori-pori sehingga harus dapat memenuhi persyaratan listrik tertentu.
• Kutub Kutub yang terdiri dari batang-batang harus terbuat dari paduan timah dan antimon. 
• Wadah dan tutup Wadah dan tutup harus terbuat dari bahan yang cukup kuat dan tahan asam sehingga tahan terhadap penanganan biasa tanpa menimbulkan retak dan pecah.
 •Sumbat Sumbat terdiri dari tiga ukuran dengan diameter ulir 18 m, 22 mm, 27 mm dan 30 mm dengan picth 2,5 mm.
 • Penghubung antar sel Penghubung antar sel terbuat dari paduan timbal dengan ukuran penampang cukup besar untuk mengalirkan arus pelepasan yang tinggi.
 • Bahan perapat (seal) Bahan perapat harus terbuat dari bahan yang tahan asam dan tetap rapat selama penggunaan.
 • Elektrolit Elektrolit yang digunakan harus memenuhi tingkat kemiringan tertentu dengan berat jenis 1,260 ± 0,010 pada 20 °C atau 1,280 ± 0,010 pada 20 °C.

 2) Kunci kontak Switch atau kunci kontak dalam sistem pengapian berguna untuk menghubungkan danmemutuskan arus dari baterai ke terminal positif ignition coil. Kunci kontak inimempunyai empat terminal yaitu terminal B yang dihubungkan dengan baterai,terminal IG yang dihubungkan dengan sistem pengapian, terminal ST yangdihubungkan denagn sistem starter, dan terminal ACC dihubungkan denganaccesoris dan komponen lain pada kendaraan yang memerlukan arus listrik. Padaposisi ON, arus dari baterai dialirkan ke semua sistem, sedangkan pada posisiOFF arus akan diputus dari semua sistem termasuk sistem pengapian.

 3) Ignition Coil Ignition coil adalah komponen dari sistem pengapian yang berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik dari aki yaitu tegangan 12 volt menjadi tegangan tinggi 10 KVolt atau lebih. Di dalam koil terdapat dua buah kumparan, yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan primer koil menghubungkan terminal positif dan terminal negatif koil. Kumparan sekunder menghubungkan terminal positif dengan terminal sekunder atau terminal tegangan tinggi. Secara konstruksi ignition coil terdiri atas : 
a. Terminal positif : Bagian daricoil yang dihubungkan dengan kabel yang mendapat arus listrik positif , untuk rangkaian pada mobil terminal positif dihubungkan dengan kabel ke sekering.
b. Terminal negatif : Bagian dari coil yang di hubungkan dengan kabel menuju ke distributor ( untuk sistem pengapian pada mobil ). 
c. Kumparan sekunder : bagian dari coil yang berupa lilitan kabel yang jumlah lilitannya lebih banyak daripada kumparan primer. 
d. Kumparan primer adalah : bagian dari coil yang berupa lilitan kabel yang jumlah lilitannya lebih sedikit daripada kumparan sekunder. 
e. Sekunder terminal adalah bagian dari coil yang dihubungkan dengan kabel tegangan tinggi ke distributor ( untukmobil ) . Sedangkan untuk sepeda motor sekunder terminal berupa kabel hitam yang besar yang dihubungkan langsung ke busi.

4) Distributor Distributor pada sistem pengapian berfungsi untuk mendistribusikan atau membagi-bagikan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan penyalaan (firing order). Pada distributor dengan sistem pengapian model konvensional, terdapat beberapa komponen lain misalnya kontak pemutus (platina), cam, vakum advancer, sentrifugal adancer, rotor, dan kondensor. Pada distributor dengan sistem pengapian elektronik, di dalam distributor tidak ada lagi kontak pemutus. Sebagai penggantinya adalah komponen penghasil pulsa (pulse generator) yang terdiri dari rotor, igniter, pick up coil, dan magnet permanen untuk pengapian sistem induktif. Pada sistem pengapian dengan pembangkit pulsa model Hall effect,terdapat bilah rotor, magnet, dan IC Hall. 

5) Busi Busi berfungsi untuk mengubah energi listrik tegangan tinggi dari ignition coil menjadi percikan bunga api pada kedua elektroda. Arups listrik yangmelompat akan membakar campuran bahan bakar dengan udara yang telahdikompresi pada ruang bakar. Busi terdiri dari rumah logam, insulator danelektroda yang dicor pada tengah busi. Rumah logam berfungsi sebagai elektrodanegatif, ulir pada rumah busi berfungsi untuk meningkatkan/mengencangkan busipada kepala silinder. 

6) Igniter Igniter terdiridaribeberapa bagian, yaitu penstabil tegangan (voltage stabilizer), pembentukpulsa (pulse shaper), pengatur sudut dwell(dwell angle control), penguat pulsa (amplifier), dantransistor power. Sebuah detectoryang mendeteksi EMF yang dibangkitkan oleh signal generator, signal amplifierdan power transistoryang melakukan pemutusan arus primer ignition coilpada saat yang tepatsesuai dengan signal yang diperkuat.

 5. Prinsip Kerja Sistem Pengapian Elektronik Sistem pengapian dengan pembangkit pulsa model induktif terdiri dari penghasilpulsa, ignitier, koil, distributor dan komponen pelengkap lainnya. Sistem pembangkit pulsa induktif terdiri dari kumparan pembangkit pulsa (pick up coil), magnet permanen, dan rotor pengarah medan magnet. Carakerjasistem pengapian transistor tipe induksi sebagai berikut:
 a. Pada saat mesin mati Pada saat kunci kontak ON arus mengalir menuju titik P. Besarnya tegangan pada titik ini (yang diatur oleh pembagi tegangan R1dan R2) berada di bawahtegangan basis yang diperlukan untuk mengaktifkan transistor (melalui pick upcoil). Hal ini menyebabkan transistor tidak aktif (OFF) sehingga tidak terjadi aliran arus ke kumparan primer koil.
 b. Pada saat mesin hidup Saat mesin hidup, rotor sinyal berputar (mendekati pick up coil) dan menyebabkan terjadinya tegangan AC pada pick up coil. Bila tegangan yang dihasilkan adalah positif, maka tegangan ini ditambahkan dengan tegangan yang terdapat pada titik P sehingga tegangan di titik Q naik dan besarnya melebihi tegangan basis transistor. Adanya arus basis ini menyebabkan transistor menjadi aktif (ON) sehingga kaki kolektor dan emitornya terhubung yang menyebabkan arus dari baterai mengalir ke kunci kontak, ke kumparan primer koil, ke kaki kolektor, ke emitor, kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil ini menyebabkan terjadinya medan magnet pada koil. Rotor selalu berputar, sehingga pada saat gigi rotor menjauhipick up coilterjadi tegangan AC dengan polaritasberbeda (negatif). Tegangan ini jika ditambahkan dengan tegangan yang terdapat dalam titik P menjadi tegangan yangbesarnya di bawah tegangan kerja transistor. Akibatnya transistor menjadi tidak aktif (OFF) dan antara kaki kolektor dan emitor transistor menjadi tidak terhubung. Hal ini menyebabkan aliran arus ke kumparan primer koil dengancepat berhenti dan medan magnet pada koil dengan cepat berubah (collapse). Perubahan garis gaya magnet dengan cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi pada kumparan sekunder. Tegangan tinggi ini diteruskan ke distributor dan dibagikan ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan penyalaan (firing order). 
6. Troubleshooting Sistem
 Penyebab Pengapian Elektronik Troubleshooting 
•Mesin tidak dapat hidup/susah hidup 
•Idle kasar atau mati-mati 
•Mesin lemah/akselerasi lemah 
•Bensin boros 
    Kemungkinan pertama sebagai penyebab adalah misfiring. Selanjutnya yang perlu di pertimbangkan adalah saat pengapian
 • Terjadi ledakan terus menerus padamuffler
 • Terjadi ledakan balik pada mesin(backfire)
 •Mesin terlalu panas (over heat) Bagian-bagian yang menunjukkan adanya adalah saat pengapian.