1. Definisi Sistem Pengapian Sistem pengapian adalah suatu system yang ada dalam
setiap motor bensin, digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara
yang telah dikompresikan oleh torak di dalam silinder (Sumber: Skripsi, Oleh
Sularto, Tahun 2004, Hal.26).
2.Definisi Sistem Pengapian Elektronik Sistem
pengapian EFI atau elektronik adalah system pengapian yang memanfaatkan komponen
elektronik seperti transistor, resistor, dll untuk memutus dan mengalirkan arus
primer koil. Jika pada sistem pengapian konvensional pemutusan arus primer koil
dilakukan secara mekanis dengan membuka dan menutup kontak pemutus, maka pada
sistem pengapian elektronik pemutusan arus primer koil dilakukan secara
elektronis.
3. Gambar Blok Diagram Sistem Pengapian Elektronik TCI Tipe Induktif
4. Komponen Sistem Pengapian EFI
1) Battery
Baterai atau aki, atau bisa juga
accu adalah sebuah sel listrik dimana di dalamnyaberlangsung proses elektrokimia
yang reversibel (dapat berbalikan) dengan efisiensinya yang tinggi.Yang dimaksud
dengan proses elektrokimia reversibel, adalah di dalam baterai dapat
berlangsungproses pengubahan kimia menjadi tenaga listrik (proses pengosongan),
dan sebaliknya dari tenagalistrik menjadi tenaga kimia, pengisian kembali dengan
cara regenerasi dari elektroda-elektroda yangdipakai, yaitu dengan melewatkan
arus listrik dalam arah (polaritas) yangberlawanan di dalam sel. Atauaki pada
mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, yang
akandigunakan untuk mensuplai (menyediakan) listik ke sistem starter, sistem
pengapian, lampu-lampu dankomponen komponen kelistrikan lainnya. Komponen pada
aki atau battery:
• Pelat Pelat dari aki harus sedemikian rupa sehingga aki
dapat memenuhi persyaratan listrik yang ditentukan, terpasang kuat untuk menahan
getaran sehingga tidak menimbulkan keretakan atau perubahan bentuk.
• Penyekat
Penyekat harus terbuat dari bahan yang tahan asam dan berpori-pori sehingga
harus dapat memenuhi persyaratan listrik tertentu.
• Kutub Kutub yang terdiri
dari batang-batang harus terbuat dari paduan timah dan antimon.
• Wadah dan
tutup Wadah dan tutup harus terbuat dari bahan yang cukup kuat dan tahan asam
sehingga tahan terhadap penanganan biasa tanpa menimbulkan retak dan pecah.
•Sumbat Sumbat terdiri dari tiga ukuran dengan diameter ulir 18 m, 22 mm, 27 mm
dan 30 mm dengan picth 2,5 mm.
• Penghubung antar sel Penghubung antar sel
terbuat dari paduan timbal dengan ukuran penampang cukup besar untuk mengalirkan
arus pelepasan yang tinggi.
• Bahan perapat (seal) Bahan perapat harus terbuat
dari bahan yang tahan asam dan tetap rapat selama penggunaan.
• Elektrolit
Elektrolit yang digunakan harus memenuhi tingkat kemiringan tertentu dengan
berat jenis 1,260 ± 0,010 pada 20 °C atau 1,280 ± 0,010 pada 20 °C.
2) Kunci
kontak Switch atau kunci kontak dalam sistem pengapian berguna untuk
menghubungkan danmemutuskan arus dari baterai ke terminal positif ignition coil.
Kunci kontak inimempunyai empat terminal yaitu terminal B yang dihubungkan
dengan baterai,terminal IG yang dihubungkan dengan sistem pengapian, terminal ST
yangdihubungkan denagn sistem starter, dan terminal ACC dihubungkan
denganaccesoris dan komponen lain pada kendaraan yang memerlukan arus listrik.
Padaposisi ON, arus dari baterai dialirkan ke semua sistem, sedangkan pada
posisiOFF arus akan diputus dari semua sistem termasuk sistem pengapian.
3)
Ignition Coil Ignition coil adalah komponen dari sistem pengapian yang berfungsi
untuk menaikkan tegangan listrik dari aki yaitu tegangan 12 volt menjadi
tegangan tinggi 10 KVolt atau lebih. Di dalam koil terdapat dua buah kumparan,
yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan primer koil menghubungkan
terminal positif dan terminal negatif koil. Kumparan sekunder menghubungkan
terminal positif dengan terminal sekunder atau terminal tegangan tinggi. Secara
konstruksi ignition coil terdiri atas :
a. Terminal positif : Bagian daricoil
yang dihubungkan dengan kabel yang mendapat arus listrik positif , untuk
rangkaian pada mobil terminal positif dihubungkan dengan kabel ke sekering.
b.
Terminal negatif : Bagian dari coil yang di hubungkan dengan kabel menuju ke
distributor ( untuk sistem pengapian pada mobil ).
c. Kumparan sekunder : bagian
dari coil yang berupa lilitan kabel yang jumlah lilitannya lebih banyak daripada
kumparan primer.
d. Kumparan primer adalah : bagian dari coil yang berupa
lilitan kabel yang jumlah lilitannya lebih sedikit daripada kumparan sekunder.
e. Sekunder terminal adalah bagian dari coil yang dihubungkan dengan kabel
tegangan tinggi ke distributor ( untukmobil ) . Sedangkan untuk sepeda motor
sekunder terminal berupa kabel hitam yang besar yang dihubungkan langsung ke
busi.
4) Distributor Distributor pada sistem pengapian berfungsi untuk
mendistribusikan atau membagi-bagikan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil
ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan penyalaan (firing order). Pada
distributor dengan sistem pengapian model konvensional, terdapat beberapa
komponen lain misalnya kontak pemutus (platina), cam, vakum advancer,
sentrifugal adancer, rotor, dan kondensor. Pada distributor dengan sistem
pengapian elektronik, di dalam distributor tidak ada lagi kontak pemutus.
Sebagai penggantinya adalah komponen penghasil pulsa (pulse generator) yang
terdiri dari rotor, igniter, pick up coil, dan magnet permanen untuk pengapian
sistem induktif. Pada sistem pengapian dengan pembangkit pulsa model Hall
effect,terdapat bilah rotor, magnet, dan IC Hall.
5) Busi Busi berfungsi untuk
mengubah energi listrik tegangan tinggi dari ignition coil menjadi percikan
bunga api pada kedua elektroda. Arups listrik yangmelompat akan membakar
campuran bahan bakar dengan udara yang telahdikompresi pada ruang bakar. Busi
terdiri dari rumah logam, insulator danelektroda yang dicor pada tengah busi.
Rumah logam berfungsi sebagai elektrodanegatif, ulir pada rumah busi berfungsi
untuk meningkatkan/mengencangkan busipada kepala silinder.
6) Igniter Igniter
terdiridaribeberapa bagian, yaitu penstabil tegangan (voltage stabilizer),
pembentukpulsa (pulse shaper), pengatur sudut dwell(dwell angle control),
penguat pulsa (amplifier), dantransistor power. Sebuah detectoryang mendeteksi
EMF yang dibangkitkan oleh signal generator, signal amplifierdan power
transistoryang melakukan pemutusan arus primer ignition coilpada saat yang
tepatsesuai dengan signal yang diperkuat.
5. Prinsip Kerja Sistem Pengapian
Elektronik Sistem pengapian dengan pembangkit pulsa model induktif terdiri dari
penghasilpulsa, ignitier, koil, distributor dan komponen pelengkap lainnya.
Sistem pembangkit pulsa induktif terdiri dari kumparan pembangkit pulsa (pick up
coil), magnet permanen, dan rotor pengarah medan magnet. Carakerjasistem
pengapian transistor tipe induksi sebagai berikut:
a. Pada saat mesin mati Pada
saat kunci kontak ON arus mengalir menuju titik P. Besarnya tegangan pada titik
ini (yang diatur oleh pembagi tegangan R1dan R2) berada di bawahtegangan basis
yang diperlukan untuk mengaktifkan transistor (melalui pick upcoil). Hal ini
menyebabkan transistor tidak aktif (OFF) sehingga tidak terjadi aliran arus ke
kumparan primer koil.
b. Pada saat mesin hidup Saat mesin hidup, rotor sinyal
berputar (mendekati pick up coil) dan menyebabkan terjadinya tegangan AC pada
pick up coil. Bila tegangan yang dihasilkan adalah positif, maka tegangan ini
ditambahkan dengan tegangan yang terdapat pada titik P sehingga tegangan di
titik Q naik dan besarnya melebihi tegangan basis transistor. Adanya arus basis
ini menyebabkan transistor menjadi aktif (ON) sehingga kaki kolektor dan
emitornya terhubung yang menyebabkan arus dari baterai mengalir ke kunci kontak,
ke kumparan primer koil, ke kaki kolektor, ke emitor, kemudian ke massa. Aliran
arus ke kumparan primer koil ini menyebabkan terjadinya medan magnet pada koil.
Rotor selalu berputar, sehingga pada saat gigi rotor menjauhipick up coilterjadi
tegangan AC dengan polaritasberbeda (negatif). Tegangan ini jika ditambahkan
dengan tegangan yang terdapat dalam titik P menjadi tegangan yangbesarnya di
bawah tegangan kerja transistor. Akibatnya transistor menjadi tidak aktif (OFF)
dan antara kaki kolektor dan emitor transistor menjadi tidak terhubung. Hal ini
menyebabkan aliran arus ke kumparan primer koil dengancepat berhenti dan medan
magnet pada koil dengan cepat berubah (collapse). Perubahan garis gaya magnet
dengan cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi pada kumparan sekunder.
Tegangan tinggi ini diteruskan ke distributor dan dibagikan ke tiap-tiap busi
sesuai dengan urutan penyalaan (firing order).
6. Troubleshooting Sistem
Penyebab Pengapian Elektronik Troubleshooting
•Mesin tidak dapat hidup/susah
hidup
•Idle kasar atau mati-mati
•Mesin lemah/akselerasi lemah
•Bensin boros
Kemungkinan pertama sebagai penyebab adalah misfiring. Selanjutnya yang perlu di
pertimbangkan adalah saat pengapian
• Terjadi ledakan terus menerus padamuffler
• Terjadi ledakan balik pada mesin(backfire)
•Mesin terlalu panas (over heat)
Bagian-bagian yang menunjukkan adanya adalah saat pengapian.
