3.5.
Refrigerant
3.5.1.
Macam-Macam Refrigerant
Refrigeran merupakan bahan pendingin atau fluida yang digunakan untuk
menyerap panas melalui perubahan fase dari cair ke gas (evaporasi) dan membuang
panas melalui perubahan fase dari gas ke cair (kondensasi), sehingga refrigeran
dapat dikatakan sebagai pemindah panas dalam sistem pendingin. Adapun
pengertian lainnya adalah Refrigerasi atau pendinginan merupakan proses
pengambilan atau pengeluaran kalor dari suatu materi atau ruangan dan mempertahankan
keadaannya sedemikian rupa sehingga temperaturnya lebih rendah dari pada
lingkungan sekitarnya. Pada prinsipnya refrigerasi adalah terapan dari mata
kuliah Perpindahan Panas dan Thermodinamika, dimana kalor akan mengalir atau
berpindah dari suatu keadaan yang mempunyai temperatur tinggi ke suatu keadaan
yang bertemperatur rendah.
3.5.1.1. Refrigerant fluorocarbon terhidrogenasi (HFC)
HFC merupakan refrigeran baru sebagai alternatif untuk menggantikan
posisi freon. Hal ini disebabkan karena refrigeran freon mengandung zat chlor
(Cl) yang dapat merusak lapisan ozon. Sedangkan HFC terdiri dari atom-atom
hidrogen, fluorine dan karbon tanpa adanya zat chlor (Cl).
Macam-macam HFC dan pemakaiannya :
Macam-macam HFC dan pemakaiannya :
·
HFC 125 (CHF2CF3)
Sebagai
pengganti freon–115 / R115 untuk pendingin air.
·
HFC 134a (CH3CH2F)
Merupakan
alternatif pengganti freon-12 / R-12. tidak mudah meledak dan tingkat kandungan
racun rendah, digunakan untuk pengkondisian udara, lemari es dan pendingin air.
·
HFC 152a (CH3CHF2)
Sebagai
pengganti freon-12 / R-12 digunakan untuk penyegaran udara, pendingin air.
3.5.1.2. Freon atau Cloro Fluoro Carbon (CFC)
Freon merupakan refrigeran yang paling banyak digunakan dalam
sistem pendingin. Bahan dasarnya ethane dan methane yang berisi fluor dan chlor
dalam komposisinya. Karena
mengandung unsur chlor refrigeran jenis ini mempunyai dampak penipisan ozon
dimana akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan makhluk hidup di bumi.
Selain itu, juga berdampak negatif terhadap iklim, yaitu meningkatkan suhu
rata-rata dan perubahan iklim global serta pencemaran udara. Spesifikasi freon
yang biasa digunakan dalam pendinginan :
Nama –Rumus- Kimia- Titik Didih (˚C)
·
Freon – 11 CCl3F 23,8 (˚C)
·
Freon – 12 CCl3F2 – 29,8 (˚C)
·
Freon – 13 CClF3 – 81,4 (˚C)
·
Freon – 21 CHCL2F 8,9 (˚C)
·
Freon – 22 CHClF2 – 40,8 (˚C)
3.5.1.3. Terhidrogenasi klorofluorokarbon refrigeran (HCFC)
Terdiri
dari hidrogen, klorin, fluorin, dan karbon. Refrigeran ini mengandung jumlah
minimal klorin, yg tidak merusak lingkungan karena berbeda dari refrigeran
lain.
3.5.1.4 Carbon Dioksida (CO2)
Senyawa
ini tidak berwarna, tidak berbau dan lebih berat dari udara. Titik didihnya
-78,5˚C, berat jenisnya 1,56 dan hanya dapat beroperasi pada tekanan tinggi
sehingga pemakaiannya terbatas dan biasanya dipakai pada proses refrigerasi
dengan tekanan per ton yang besar.
3.5.1.5. Azetropes
Merupakan
campuran dari beberapa refrigeran yang mempunyai sifat berbeda. Jenis yang
banyak dipakai :
·
Correne-7
Yang terdiri dari campuran 73,8 % freon-12 dan 26,2% genetron 100.
Yang terdiri dari campuran 73,8 % freon-12 dan 26,2% genetron 100.
·
Refrigeran-502
Merupakan campuran dari 98,8 % freon-12 dan 51,2 % freon-115
Merupakan campuran dari 98,8 % freon-12 dan 51,2 % freon-115
3.5.1.6. Methil Clorida (CH3Cl)
Berupa
cairan tidak berwarna dan tidak berbau merangsang. Titik didihnya – 23,7 0F.
3.5.1.7. Uap Air
Refrigeran
ini paling murah dan paling aman. Pemakaiannya terbatas untuk pendingin suhu
tinggi karena mempunyai titik beku yang tinggi, yaitu 0˚C. pemakaian utamanya
untuk comfort air cionditioning dan water cooling.
3.5.1.8. Hidrocarbon
Dipakai
pada industri karena harganya murah. Jenisnya butana, iso butana, propana,
propylana, etana dan etylana. Semuanya mudah terbakar dan meledak.
Berikut ini macam-macam nama kimia dari hidrokarbon :
Berikut ini macam-macam nama kimia dari hidrokarbon :
Ketentuan
penomoran+ Nama kimia Rumus kimia
·
50 Metana CH4
·
170 Etana C2H6
·
290 Propana C3H8
3.5.1.9 Amonia (NH3)
Amonia
ini digunakan secara luas pada mesin refrigerasi industri atau refrigerasi
kapasitas besar. Titik didihnya kurang lebih – 33˚C. zat ini mempunyai
karakteristik bau meskipun pada konsentrasi kecil di udara. Tidak dapat
terbakar, tetapi meledak jika bereaksi dengan udara dengan prosentase 13,28 %.
Oleh karena itu efek korosi amonia, tembaga atau campuran tembaga tidak boleh
digunakan pada mesin dengan refrigeran ammonia
3.5.1.10. Larutan Garam (brine)
Larutan
garam (brine) juga digunakan untuk refrigeran misalnya untuk pendinginan lokasi
lapangan es (ice skating rinks).













