Wednesday, May 23, 2018

CONTOH LAPORAN HYDROLIC

BAB  I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Hidrolik merupakan salah cabang ilmu yang mempelajari serta meneliti zat alir khususnya zat cair melalui pipa-pipa. Pada kehidupan sehari-hari sistem hidrolik banyak digunakan dalam berbagai macam industri makanan, minuman, permesinan, otomotif. Sehingga pengetahuan tentang komponen hidrolik sangat penting dalam semua cabang industrial. Untuk meningkatkan efektifitas dan produktifitas maka sekarang ini sistem hidrolik banyak dikombinasikan dengan sistem lain seperti sistem elektrik, pnumatik, mekanik dan sebagainya.

Untuk meningkatkan efektifitas dan produktivitas maka sekarang ini system hidrolik banyak dikombinasikan dengan system lainnya sehingga akan didapat hasil yang lebih optimal.

Dengan demikian, sesuai dengan kondisi seperti ini yang harus kitaketahui bukan hanya mengenai pemakaian system hidrolik itu sendiri,melainkan bagaimana cara kerja serta mengetahui keuntungandan kerugian system hidrolik .

1.2     Rumusan Masalah

·         Peralatan diperlukan untuk merangkai sebuah system hidrolik sederhana.
·         Cara kerja sistem hidrolik.


1.3     Tujuan

·         Mengetahui peralatan yang diperlukan untuk sebuah system hidrolik sederhana serta fungsinya.
·         Mengetahui cara kerja system hidrolik
·         Mengetahui permasalahan yang sering terjadi pada sistem







BAB II
TEORI DASAR

2.1   Hydraulic

Berasal dari bahasa Yunani, berasal dari kata hydro yang artinya air. Sistem hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip yaitu jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan tidak bertambah atau berkurangnya kekuatannya.
Prinsip kerja hirolik adalah mengunakan fluida kerja berupa zat cair yang dipindahkan dengan pompa hidrolik untuk menjalankan suatu sistem tertentu. Dalam suatu rangkaian hidrolis biasanya terdiri atas aktuator, penggerak dan fluida kerja yang bekerja dalam sebuah sistem untuk tujuan tertentu. Dimana komponen – komponen tersebut dapat dilambangkan dalam simbol – simbol rangkaian. Tenaga hidrolik dapat dibagi kedalam bagian suplai tenaga, pengontrol tenaga, dan bagian kerja sistem. Bagian penyuplai tenaga digunakan sebagai pengkonversi energi dan penghasil tekanan. Beberapa komponen yang digunakan sebagai energi adalah motor elektrik, motor pembakar dalam, kopling, indikator tekanan dan pengatur sirkuit aliran.
Sedangakan bagian komponen pelayanan adalah filter, cooler, temometer, penunjuk tekanan, fluida hidrolis, reservoir, dan indikator level pengisian. Lalu fluida disalurkan ke bagian kerja, yaitu katup pengontrol arah, katup kontrol aliran, katup kontrol tekanan, dan katup searah.
Pengaplikasian sistem hidrolik biasanya digunakan pada :
1.    Alat –alat berat (Dump truck, buldozer, Escavator)
2.    Mesin press, Rolling mill
3.    Mesin potong
4.    Mesin bubut, mesin gerinda
5.    Mesin cetak injeksi (cetak plastik)
6.    Pengendali bendungan (pintu air bendungan)
7.    Industri perkapalan (pintu kapal)



Keuntungan-keuntungan sistem hidrolik :
·         Fleksibel dalam penempatan komponen transmisi tenaga.
·         Gaya yang sangat kecil dapat digunakan untuk mengangkut gaya yang besar.
·         Penerus gaya (oli) juga berfungsi sebagai pelumas.
·         Beban dengan mudah bisa dikontrol dengan menggunakan katup pengatur tekanan (relief valve).
·         Dapat dioperasikan pada kecepatan yang berubah-ubah.
·         Arah operasi dapat dibalik seketika.
·         Lebih aman jika beroperasi pada beban berlebih.
·         Tenaga dapat disimpan dalam akumulator.

Kelemahan sistem hidrolik :
Sistem hidrolik membutuhkan suatu lingkungan yang betul-betul bersih. Komponen-komponennya sangat peka terhadap kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh debu, korosi dan kotoran-kotoran lain, serta panas yang mempengaruhi sifat-sifat minyak hidrolik.





BAB III
PEMBAHASAN
3.1  Komponen Hidrolik
No
Komponen
Fungsi
Gambar
1
Pressure relief valve with lever
Sebagai pembatas kecepatan maksimum piston bergerak
2
Pump
Sebagai penghisap fluida oli hidrolik yang akan disirkulasikan dalam system hidrolik
3
Motor
Sebagai unit penggerak dalam system hidrolik
4
Filter
Sebagai penyaring fluida hidrolik
5
2/2 way valve with lever
Sebagai sinyal pelepas atau penghentian aliran fluida
6
4/2 way valve with lever
Sebagai pelepas atau penghentian aliran fluida
7
Manometer
Sebagai pengukur tekanan fluida
8
Flow meter
Sebagai pengukur tekanan volume
9
Actuator
Sebagai pengubah tenaga fluida menjadi mekanik

3.2  Langkah Kerja
     a.  Siapkan peralatan yang akan digunakan.
     b.  Lakukan perangkaian sesuai dengan gambar rangkaian.
     c.  Hidupkan power unit
     d.  Lakukan pengontrolan masing-masing katup kontrol sesuai diagram step.
     e.  Lakukan pembacaan sesuai dengan kolom data yang harus diisikan.
3.3  Keselamatan kerja
a.       Kencangkan baut/mur pengencangan dengan hati-hati, tanpa menggunakan gaya                                 
pengencangan yang berlebih.
b.      Hidupkan motor listrik,hanya jika sudah mendapatkan perintah instruktur .
c.       Jangan pernah bekerja dengan tangan berlumuran oli, hal ini sangat berbahaya
d.      Yakinkan bahwa lantai tidak licin.
e.       Lepas rangkaian hidrolik hanya jika tidak ada tekanan pada rangkaian.
3.4 Gambar Rangkaian



3.5  Cara Kerja
               Saat power pack dinyatkan maka piston DAC piston DAC akan langsung bergerak                                                                                                                                                                                                                  maju karena kita memakai katup 4/2. Jika kita menggerakkan katup 4/2 maka piston             pada DAC akan bergerak mundur. Namun sebenarnya lebih baik menggunakan katup 4/3.karena kita dapat mengatur maju mudur gerakan DAC dan terdapat kondisi OFF pada DAC, Namun apabil menggunkan katup 4/2 piston akan langsung bergerak maju saat power pack dinyalakan.      
      3.6   Hasil Pegamatan
                 Panjang langkah piston                 =0,202 meter
                 Waktu yang ditempuh saat maju   =1,2 sekon
                                                          Mundur =1,52 sekon
                 Maka kecepatan saat maju adalah        = 0,202 m / 1,2 s =0,1683
                                                          = 0,1 L/min =0,0000833 m2/s
                 Maka luas penampang dapat dihitung dengan persamaan 
A=0,0000833 m3/s
    0.1683 m/s
  = 0,0004949 m2
   = 4.949 cm2

3.7    Analisis dan Pembhasan
         1. Apa fungsi DAC pada kodisi bagaimana di pakai ? Utuk mengkorvesikan  tekanan   fluida menjadi gerak linear. Dengan arah piston keluar atau masuk tergantung dari   arah aliran fluida.DAC digunakan kita membutuhkan gerak maju dan mundur dan menghasilkan dua gaya yaitu gaya mju dan gaya mundur.
 3.8    Kesimpulan
         Denga mengetahui kecepatan dan debit liran saat maju maka kita dengan menggunakan persamaan diatas kita dapat menghitug diameter piston. Utuk menghitung diameter piston saat maju kita dapat menghitung
3.9     DAC ( Double Acting Cylinder )
3.10   Kegunaan
          Silinder kerja tunggal untuk mengkorversikan energi tekanan gaya hidrolik menjadi mekanik
3.10 Dasar Teori
       Rumus dasar adalah gaya per luas penampang p=F/A
       Dari rumus diatas gaya dapat di cari F= p x A
Maka dengan mengukur tekanan tekanan yang di bentuk iston saat menerima beban luas penampang. Gaya dalam kodisi ini memiliki satuan Newton.

         3.11  Alat dan Bahan
  

     3.12 Langkah Kerja
           a. siapkan alat yang di gunakan.
           b. Lakukan rangkaian sesui rangkaian yang seperti di gambar.
           c. hidupkan Power Unit.
           d. Lakukan pengontrolan masing-masing katup kontrol sesuai peritah yag ada.
           e. Lakukan pembacaan sesuai kolom yang ada’
       3.13 Keselamatan Kerja
          a. kencangkan baut atau mur dengan hati-hati.
          b. Hidupkan motor listrik, kalau sudah ada perintah dari istruktur’
          c. Jangan pernah bekerja dengan berlumpur oli ini sangat berbahaya.
          d. Yakin bahwa lantai tidak licin.
          e. Lepas rangkaian hidrolik jika tidak tekanan pada rangkaian.
     3,14 Gambar Rangkaian

Gambar 3.14 rangkaian
3.16 Cara Kerja
Saat katup 3/2 ditekan maka fluida bertekanan dari pompa akan langsung menuju ke silinder dan piston pada silinder akan bergerak naik. Saat katup 3/2 dilepas maka tekanan pada silinder akan hilang dan piston akan kembali ke posisi semula / bergerak turun karena ada beban pada piston.


3.17 Hasil Pengamatan

No.
Beban (SAC)
Katup 3/2
Shutt-off
Pe1
Pe2
1
Diam
0
0
20
0
2
Naik
1
1
20
20
3
Turun885
0
1
20
0
4
Ditahan
0
1/0
20
10

3. 18 Kesimpulan

Dengan menggunakan persamaaan dasar tekanan p = F/A maka kita dapat menghitung besar beban yang terdapat pada piston tanpa menggunakan timbangan. Dengan menggunakan beban pada piston ini seperti halnya Single Acting Cylinder (SAC) yang terbalik.












BAB IV

PENGAMATAN GUNTING HIDROLIK

4.1 Tujuan
a.    Mengetahui penggunaan sistem hidrolik pada peralatan di lapangan
b.    Mengidentifikasi komponen-komponen gunting hidrolik
c.    Mempelajari skema rangkaian gunting hidrolik
d.    Mengidentifiksi cara kerja gunting hidrolik

4.2 Kegunaan
Menerapkan sistem hidrolik pada alat yang ada di lapangan serta membedakan alat peraga hidrolik dengan benda nyata di lapangan.

4.3 Teori dasar
Gunting hidrolik adalah gunting yang digunakan untuk menggunting pelat logam yang relatif cukup tebal. Untuk mempermudah proses produksi suatu benda. Karena memiliki beban pemotongan yang cukup besar maka secara logika mesin ini harus memiliki gaya pengguntingan yang cukup kuat. Tentu hal ini diimbangi dengan tekanan yang cukup besar oleh pompa hidrolik. Sehingga juga membutuhkan daya listrik yang cukup besar untuk menyuplai motor listrik pada pompa hidrolik. Rangkaian pada gunting hidrolik hampir sama dengan rangkaian hidrolik biasa namun hanya mekanisme pengguntingan dan naik turunnya main silinder dan clamp silinder yang sedikit berbeda.

4.4 Alat dan Bahan

No
Uraian
Jumlah
1
Satu unit gunting hidrolik
1
2
Kunci kombinasi 10 
1
3
Kunci kombinasi 12
1
4
Jangka sorong
1
5
Roll meter
1

4.5 Langkah Kerja
a.       Lakukan proses pengguntingan pelat untuk mengetahui mekanisme pengguntingan
b.      Lakukan pengamatan daya dan spesifikasi motor listrik untuk menggerakkan pompa hidrolik
c.       Lakukan pengamatan bagaimana jalur rangkaian hidrolik
d.      Amati katup apa saja yang digunakan sistem
e.       Ukur diameter clamp silinder dengan jangka sorong

4.6 Keselamatan Kerja
a.       Lakukan pekerjaan dengan menggunakan pakaian kerja
b.      Saat mengoperasikan gunting lakukan dengan pengawasan dosen pembimbing
c.       Bersihkan oli yang tertumpah pada lantai
d.      Gunakan mistar untuk menunjuk suatu komponen
e.       Jangan menunjuk suatu komponen dengan tangan
f.        Tanyakan kepada dosen pembimbing jika mendapatkan suatu permasalahan
4.7 Gambar Skema Rangkaian




Gambar 4.1 Skema Rangkaian Gunting Hidrolik


Gambar 4.2 Front view hidraulic cutter

4.8 Cara Kerja Gunting Hidrolik

Saat pedal switch di tekan maka control akan memerintahkan katup 4/3 untuk mengalirkan tekanan dari port A menuju main silinder dan clamp silinder. Dikarenakan clamp silinder memiliki tahanan / beban yang lebih sedikit dibanding pada main silinder maka piston pada clamp silinder akan bergerak terlebih dahulu sampai posisi terjauh. Gerakan piston pada clamp silinder dihubungkan dengan pelat penjepit untuk menjepit pelat yang akan di potong. Saat clamp silinder telah terisi fluida secara penuh fluida baru akan mengisi main silinder gerakan piston pada main silinder dihubungkan dengan pisau sebagai pemotong pelat.
Saat gerakan piston pada main silinder sudah bergerak pada kondisi penuh gerakan ini akan dideteksi oleh limit switch. Limit switch akan memberikan signal kepada control sehingga kontrol akan memberikan signal kepada katup 4/3 sehingga katup 4/3 akan berubah posisi hal ini mengakibatkan fluida output akan mengalir melalui port B maka piston pada main silinder akan langsung kembali ke posisi semula. Saat main silinder sudah kembali pada posisi semula clamp silinder baru akan kembali dikarenakan mekanisme yang dihubungkan dengan main silinder.

4.9 Hasil Pengamatan

Spesifikasi motor listrik    :
Daya / power listrik          = 10 HP = 7.46 kW
Tegangan (Frekuensi)       = 380 V/50 Hz
Arus Listrik                       = 15.2 Ampere

Putaran motor                   = 1450 Rpm
Berat motor                       = 75 kg

Diameter clamp cylinder  = 60 mm

4.10 Kesimpulan

Pada penerapan sistem hidrolik di lapangan sebenarnya mirip dengan prinsip pada trainer hidrolik. Justru bisa dikatakan lebih simpel daripada trainer hidrolik dikarenakan komponen dibuat se efisien mungkin dan tidak memiliki banyak-banyak komponen hidrolik.