Wednesday, May 23, 2018

SISTEM KEMUDI MANUAL (MANUAL STEERING SYSTEM) TIPE RACK AND PINION

SISTEM KEMUDI MANUAL (MANUAL STEERING SYSTEM)
TIPE RACK AND PINION

A.    PENGERTIAN SISTEM KEMUDI
Sistem kemudi adalah salah satu sistem pada chassis mobil yang berfungsi untuk merubah arah kendaraan  dan laju kendaraan dengan cara menggerakkan atau membelokkan  roda-roda depan mobil dan menjaga agar posisi mobil tetap stabil. Cara kerjanya adalah, apabila roda roda kemudi(steering wheel)  di gerakkan/diputar, kolom kemudi( steering column) kemudian meneruskan putaran ke putaran ke roda gigi kemudi (steering gear). Steering gear  ini berfungsi untuk memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering linkage).Sistem kemudi pada kendaraan  mobil berfungsi untuk mengatur arah laju kendaraan dengan cara membelokkan  roda depan. Bila roda kemudi diputar, steering column meneruskan putaran ke roda gigi kemudi. Roda gigi kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi. Adapun komponen utama dari sistem kemudi adalah berikut :
1.      Steering column atau batang kemudi yang merupakan tempat poros utama.
2.      Stering gear yang berfungsi untuk mengarahkan roda depan dan dalam waktu yang bersamaan juga berfungsi sebagai gigi reduksi untuk meningkatkan momen agar kemudi menjadi ringan.
3.      Stering linkage yang terdiri dari rod dan arm yang meneruskan tenaga gerak dari stering gear ke roda depan.

B.     FUNGSI SISTEM KEMUDI

Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan dan/roda belakang. Cara kerjanya bila steering wheel (roda kemudi) diputar, steering coulomn (batang kemudi) akan meneruskan tenaga putarnya ke steering gear (roda gigi kemudi). Dan dari steering gear akan diteruskan ke steering ingkage kemudian ke roda-roda.
Steering gear memperbesar tenaga putar ini sehingga dihasilkan momen puntir yang lebih besar untuk diteruskan ke steering lingkage.
Steering lingkage akan meneruskan gerakan steering gear ke roda-roda depan.
Jenis sistem kemudi pada kendaraan menengah sampai besar yang banyak digunakan adalah model recirculating ball dan pada kendaraan ringan yang banyak digunakan adalah model rack dan pinion.

SYARAT – SYARAT SISTEM KEMUDI
Agar sistem kemudi sesuai dengan fungsinya maka harus memenuhi persyaratan seperti berikut :
a) Kelincahannya baik.
b) Usaha pengemudian yang baik.
c) Recovery ( pengembalian ) yang halus.
d) Pemindahan kejutan dari permukaan jalan harus seminimal mungkin.
                                                                                           
C.    SISTEM KEMUDI TIPE RACK AND PINION
                        

                               Gambar sistem kemudi rack and pinion
Kemudi jenis rack and pinion jauh lebih efisien bagi pengemudi untuk mengendalikan roda-roda depan. Pinion yang dihubungkan dengan poros utama kemudi melalui poros intermediate, berkaitan denngan rack. Sistem kemudi rack dan pinion mengubah gerak rotasi roda kemudi menjadi gerak ke kanan atu ke kiri steering rack. Konstruksinya sederhana dan ringan. Kemudi menjadi kokoh, dan respon roda kemudi sangat cepat. Adapun komponen komponen yang ada di kemudi sistem rack and pinion adalah sebagai berikut :
1.      Roda kemudi  yang berfungsi untuk mengendalikan arah roda depan melalui legan pengubung.
2.      Poros utama kemudi yang berfungsi untuk mengirim gaya putar roda kemudike bak roda gigi kemuudi.
3.      Batang kemudi yang berfungi untuk merupakan tempat poros utama
4.      Poros intermadiate  yang berfungsi unttuk menghubungkan poros utama dan poros pinion.
5.      Rack and pinion yang berfungsi untuk menambah gaya yang di kirim dari roda kemudi dan gerakan putar di rubah menjadi gerak translasi.
6.      Tie rod yang berfungsi sebagai penghubung lengan nekel dan batang penghubung.
7.      Sepatu rack yng berfungsi untuk mencegah masuknya lumpur dan debu kedalam mekanisme rack.
8.      Lengan nekel yang berfungsi untuk mengendalikan roda roda depan sesuai dengan gerakan lengan penghubung.
Berikut ini penjelasan singkat cara kerja sistem kemudi rack and pinion;
Pada waktu roda kemudi diputar, pinion pun ikut berputar. Gerakan ini akan menggerakkan rack dari samping ke samping dan dilanjutkan melalui tie rod ke lengan nakel pada roda-roda depan sehingga satu roda depan didorong, sedangkan satu roda tertarik, hal ini menyebabkan roda-roda berputar pada arah yang sama.

                                    

Sistem kemudi tipe rack and pinion umumnya di gunakan di kendaraan penumpang dengan beban yang tidak berat. Sebagai contoh kijang grand atau kijang tipe G umumnya telah memakai sitem rack and pinion.

D.    KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN SISTEM RACK AND PINION

Keuntungan :
- Konstruksi ringan dan sederhana
- Persinggungan antara gigi pinion dan rack secara langsung
- Pemindahan momen relatif lebih baik, sehingga lebih ringan

Kerugian :
- Bentuk roda gigi kecil, hanya cocok digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil atau sedang
- Lebih cepat aus
- Bentuk gigi rack lurus, dapat menyebabkan cepatnya keausan


E.     KESIMPULAN
Pengertian dari sistem kemudi sendiri adalah Sistem kemudi adalah salah satu sistem pada chassis mobil yang berfungsi untuk merubah arah kendaraan  dan laju kendaraan dengan cara menggerakkan atau membelokkan  roda-roda depan mobil dan menjaga agar posisi mobil tetap stabil. Sedangkan fungsinya  sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan dan/roda belakang. Dan rack and pinion sendiri adalah tipe sistem kemudi yang efisien bagi pengemudi untuk mengerakan roda depan dan kontruksinya yang ringan dan sederhana namun hanya cocok di gunakan untuk mobil penumpang yang kecil atau sedang.

F.     DAFTAR PUSTAKA
Toyota Astra Motor.1994. Traning Manual Stering System Step 2.Jakarta : PT.Toyota Astra Motor

https://saenalabidin.wordpress.com/power-steering/rack-end-pinion/