Saturday, May 19, 2018

Contoh Laporan Pneumatic


     Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat , hidayah serta karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan LaporanPraktikum Sistem  Pneumatik  dan Hidrolik.  Kami  juga menyampaikan  terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam  penyusunan laporan ini.
    Maksud kami menulis Laporan Praktikum Pneumatik  ini adalah untuk  mendaftar  hasil  praktikum kami, agar permasalahan  yang kami temui   saat   praktikum   bisa   berguna   untuk  orang lain.Kami sadar   dalam penyusunan laporan ini banyak terdapat kekurangan, baik materi maupun kata –kata yang kami gunakan oleh karena itu kami dengan kerendahan hati meminta maaf kepada pembaca   untuk   memberikan   kritik   dan   saran   untuk   perbaikan laporan ini.
  Semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan bagi kita semua.



                                                                                                               



                                                                                                 



                                                                                       Malang, 21 November 2017
               
                                                                                                        Penulis


DAFTAR ISI

Halaman Cover.................................................................................................... i
Kata Pengantar..................................................................................................... ii
Daftar Isi.............................................................................................................. iii
BAB I     PENDAHULUAN
            1.1 Latar Belakang................................................................................... 1
            1.2 Rumusan Masalah.............................................................................. 2
            1.3 Tujuan................................................................................................ 2
BAB II     DASAR TEORI
            2.1 Pengertian Sistem Pneumatik............................................................ 3
            2.2 Komponen Sistem Pneumatik........................................................... 4
BAB III    PEMBAHASAN
            3.1 Alat & Bahan .................................................................................... 7
            3.2 Diagram Rangkaian........................................................................... 7
            3.3 Prosedur Praktek................................................................................ 8
BAB IV    ANALISA DATA
            4.1 Diagram Step Peralatan Pemindah Bahan......................................... 9
            4.2 Prinsip Kerja Rangkaian.................................................................... 9
            4.3  Hasil Rangkaian................................................................................ 10
BAB V    PENUTUP
            5.1 Kesimpulan........................................................................................ 11
            5.2 Saran.................................................................................................. 11
Daftar Pustaka..................................................................................................... 12


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
        Fluida merupakan salah zat-zat yang bisa mengalir yang mempunyai partikel kecil sampaikasat mata dan mereka dengan mudah untuk bergerak serta berubah- ubah bentuk tanpapemisahan massa. Ketahanan fluida terhadap perubahan bentuk sangat kecil sehinggafluida dapat dengan mudah mengikuti bentuk ruang. Salah satu contohnya adalah udara.Secara umum, udara dimaknai sebagai campuran berbagai gas yang tidakberwarna dan tidak berbau yang memenuhi ruang permukaan bumi. Menurutwikipedia, udara didefinisikan sebagai campuran gas yang terdapat di permukaanbumi, mengandung 78% nitrogen, 21% oksigen, 1% uap air, karbondioksida,  dan bernagai jenis gas lainnya. Sedangkan pengertian udara menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalahcampuran berbagai gas yang tidak berwarnadantidak   berbau   yang   memenuhi   ruang   di   atas   bumi   seperti   yang   dihirup   saat bernapas; ruang di atas bumi yang berisi hawa; segala sesuatu yang berhubungan dengan penerbangan; suasana. Sebagai suatu gas yang ada di permukaan bumi, udara   memiliki   istilah   lain   dalam   bidang   ilmu   pengetahuan,   yakni   atmosfer.Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubuni bumi yang memiliki 4 lapisan,yakni troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer.Berbicara tentang udara,  sebuah teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak, keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbangan.Yang merupkan teknik pemakaian udara bertekanan. Semua itu mengerucut pada Pneumatik. Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘pneuma’ yangberarti napas atau udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik
       penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun


tekanan dibawah 1 atmosfer (vacum). Yang dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri (dunia perusahaan dan khususnya dalam teknik mesin) merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanis dimana udara memindahkan suatu gaya atau   suatu   gerakan.   Dalam   pengertian   yang   lebih   sempit   pneumatik   dapatdiartikan sebagai teknik udara mampat (compressed air technology). Sedangkan dalam pengertian teknik pneumatik meliputi : alat-alat penggerakan, pengukur-an,pengaturan, pengendalian, penghubungan dan perentangan yang meminjam gaya
dan   penggeraknya   dari  udara   mampat.   Dalam   penggunaan   sistem  pneumatik semuanya menggunakan udara sebagai fluida kerja  dalam arti udara mampatsebagai pendukung, pengangkut, dan pemberi tenaga
1.2 Rumusan Masalah
              1. Bagaimana pronsip kerja dari penumatik ?
              2. Bagaimana prosedur merangkai komponen pnuematik ?
              3. Bagaiman lagkah kerja rangkaian pneumatic ?
1.3 Tujuan
              1. Memahami prinsip kerja dari pneumatic
              2. Dapat merangkain komponen peneumatik dengan benar
              3. Mengerti langkah kerja dari rangkaian pneumatic






BAB II
 DASAR TEORI
2.1 Pengertian Sistem Pneumatik
              Pneumatik berasal dari kata Yunani yaitu  ”pneuma” yang berarti udara. Jadi Pneumatik adalah ilmu yang berkaitan dengan gerakan maupun kondisi yang berkaitan   dengan  udara.  Perangkat   Pneumatik  bekerja   dengan  memanfaatkan udara yang dimampatkan (compressed air). Dalam hal ini udara yang dimampatkan akan didistribusikan kepada sistem yang ada sehingga kapasitas sistem terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan udara yang dimampatkan kita memerlukan Compressor. Dalam penerapannya sistempneumatik biasanya digunakan sebagai sistem automasi.
Keuntungan penggunaan sistem pneumatik :
a. Ketersediaan yang tak terbatas
b. Mudah disalurkan
c. Aman
d. Dapat disimpan
 Kelemahan penggunaan sistem pneumatik :
a. Mudah terjadi kebocoran
b. Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara
c. Menimbulkan suara bising
Adapun ciri-ciri daripada perangkat sistem pneumatik yang tidak dipunyai oleh sistem alat yang lain, adalah sebagai berikut :
a. Sistem  pengempaan,   yaitu   udara  disedot  atau   diisap   dari   atmospher kemudian dimampatkan (dikompresi) sampai batas tekanan kerja tertentu(sesuai dengan yang diinginkan). Dimana selama terjadinya kompresi ini suhu udara menjadi naik.
b. Pendinginan   dan   Penyimpanan,   yaitu   udara  hasil  kempaan   yang  naik suhunya   harus   didinginkan   dan   disimpan   dalam   keadaan   bertekanan sampai ke obyek yang diperlukan.
b. Ekspansi (pengembangan), yaitu udara diperbolehkan untuk
     berekspansi
 c. Melakukan kerja ketika diperlukan.
d. Pembuangan, yaitu  udara  hasil ekspansi  kemudian dibebaskan lagi
   ke atmosphere (dibuang)

2.2 Komponen Sistem Pneumatik
v  Kompressor
        Kompressor   digunakan   untuk   menghisap   udara   di   atmosfer   dan    menyimpannya  kedalam tangki penampung   atau receiver.                                                           




v  Pressure Gauge
         Komponen ini Berfungsi untuk mengetahui Tekanan udara yang bekerja di dalam rangkaian pneumatic.
v  Line / Pipa penghubung
         Berfungsi sebagai penghubung antar komponen pneumatic agar dapat bekerja.
v  Directional Valve
         Directional valve atau katub pengatur arah yang instalasinya berada tepat sebelum    aktuator, adalah berfungsi untuk mengatur kerja aktuator dengan cara mengatur arah udara terkompresi yang masuk atau keluar dari actuator. Memiliki banyak jenis contohnya:
v  DAC (Double Acting Cylinder)
         Silinder kerja double acting adalah silinder kerja yang memiliki dua buah ruang fluida   didalam ruang silinder, yaitu ruang silinder diatas dan dibawah piston. Hanya saja, ruang fluida diatas piston lebih kecil dibanding ruang fluida yang dibawah piston, karena sebagian ruangannya tersita oleh batang piston.   Kontruksi   tersebut,   silinder   kerja memungkinkan   untuk   dapat melakukan gerak bolak-balik.
v  SAC (Single Acting Cylinder)
         Silinder yang hanya memiliki satu saluran , yang berguna untuk mendorong batang piston, sedangkan pengembalianya dilakukan oleh pegas.




BAB III
LANGKAH PRAKTIKUM
3.1 Alat & Bahan
·         kompresor
·         katup sumber / air service unit
·         katup 4/2
·         katup pengatur tekanan
·         katup 3/2
·         piston DAC
·         indicator gauge
·         selang
·         sambungan T
·         Papan Rangkaian

3.2  Diagram Rangkaian
          
Gambar : Diagram rangkaian control pemindah barang
3.3 Prosedur Praktek
1.      menghubungkan kabel kompresor ke stop kontak
2.      menghubungkan selang kompresor ke katup sumber
3.      dari katup sumber dihubungkan ke indicator, katup 4/2 (P)dan 3/2
4.      dari katup 3/2 dihubungkan kekatup 4/2 (X dan Y)
5.      dari katup 4/2 (Adan B) dihubungkan ke katup pengatur tekanan, dan katup tekanan ke piston DAC
6.      Saat push button 3⁄2 sebelah kiri ditekan akan menggerakkan DAC dan udara → A → R Sedangkan saat push button 3⁄2 sebelah kanan ditekan maka DAC akan bergerak mundur dan aliran udaranya dari DAC → A → R
7.      Atur katup pengatur tekanan jika ingin mempercepat/memperlambat aliran piston
8.      Jika terdapat permasalahan pada rangkaian, maka langkahnya dengan pengecekan satu persatu melalui outpunt dari komponen tersebut, jika tidak terdapat aliran udara maka dapat dipastikan komponen tersebut rusak.

9.       
Gambar : Pemasangan rangkaian control pemindah barang (manual)







BAB IV
ANALISA DATA

4.1 Dari peralatan dan cara kerjanya, maka diperoleh diagram
                                                                Langkah
Komponen Posisi  
                                     1                    2                  3                 4              5=1
                          1
Silinder A
                          0
                          1
Silinder B
                          0

Gambar 2.8 Diagram Step Peralatan Pemindah Bahan

4.2 Prinsip Kerja Rangkaian
   Urutan kerjanya dapat di tuliskan sebagai berikut:
     1. Silinder A maju (1-2)
     2. Silinder B maju (2-3)
     3. Silinder A mundur (3-4)
     4. Silinder B mudur (4-5)
Jika Piston A maju, akan menekan katup a1 dan dengan katup a1 ini dapat dimanfaatkan untuk memajukan piston B, Piston B maju akan menekan katup b1,b1 dapat digunakan untuk memundurkan piston A, Piston A mundur akan menekan katup a0, katup a0 akan digunakan untuk memundurkan piston B. Dalam hal ii katup b0 dinamakan Start Interlock, yaitu katup terakhir yang tertekan untuk melakukan siklus seperti semula.
Uraian gerakan tersebut dapat disederhanakan menjadi gambar di bawah ini:
         
Gambar : Urutan Kerja Piston Peralatan Pemindah Bahan

4.3 Foto Hasil Rangkaian
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
            Berikut ini adalah kesimpulan yang kami dapat dari hasil praktikum :
a.       Merangkai komponen pneumatic membutuhkan beberapa langkah sebelum mulai merangkai komponen , salah satumya membuat skematik rangkaian terlebih dahulu agar hasil rangkaian sesuai rancangan.
b.      Sistem pneumatik adalah sebuah sistem yang menggunakan fluida udara sebagai     tenaga   semua   komponen   pada   sistem   pneumatik   yang mempunyai fungsi masing-masing, seperti katup input, yang berfungsi untuk menghubungkan aliran udara terkompresi dari kompresor menujuaktuator.

5.2 Saran
            sebelum merangkai komponen-komponen pneumatic sebaiknya dilakukan pengujian terhadap masing-masing komponen , karena terkadang terdapat komponen yang sudah tidak layak digunakan atau rusak.













DAFTAR PUSTAKA





Modul Praktikum Sistem Pneumatik dan Hidrolik