Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan
Yang Maha Esa atas limpahan rahmat , hidayah serta karunia-Nya sehingga kami
dapat menyelesaikan LaporanPraktikum Sistem
Pneumatik dan Hidrolik. Kami
juga menyampaikan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam
penyusunan laporan ini.
Maksud kami menulis Laporan Praktikum
Pneumatik ini adalah untuk mendaftar
hasil praktikum kami, agar
permasalahan yang kami temui saat
praktikum bisa berguna
untuk orang lain.Kami sadar dalam penyusunan laporan ini banyak terdapat
kekurangan, baik materi maupun kata –kata yang kami gunakan oleh karena itu
kami dengan kerendahan hati meminta maaf kepada pembaca untuk
memberikan kritik dan
saran untuk perbaikan laporan ini.
Semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan
bagi kita semua.
Malang, 21 November 2017
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
Cover.................................................................................................... i
Kata
Pengantar..................................................................................................... ii
Daftar
Isi.............................................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................................................ 2
BAB
II DASAR TEORI
2.1 Pengertian Sistem Pneumatik............................................................ 3
2.2 Komponen Sistem Pneumatik........................................................... 4
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Alat & Bahan .................................................................................... 7
3.2 Diagram Rangkaian........................................................................... 7
3.3 Prosedur Praktek................................................................................ 8
BAB
IV ANALISA DATA
4.1 Diagram Step Peralatan
Pemindah Bahan......................................... 9
4.2 Prinsip Kerja Rangkaian.................................................................... 9
4.3 Hasil
Rangkaian................................................................................ 10
BAB
V PENUTUP
5.1 Kesimpulan........................................................................................ 11
5.2 Saran.................................................................................................. 11
Daftar Pustaka..................................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fluida merupakan salah zat-zat yang bisa mengalir yang
mempunyai partikel kecil sampaikasat mata dan mereka dengan mudah untuk
bergerak serta berubah- ubah bentuk tanpapemisahan massa. Ketahanan fluida
terhadap perubahan bentuk sangat kecil sehinggafluida dapat dengan mudah
mengikuti bentuk ruang. Salah satu contohnya adalah udara.Secara umum, udara
dimaknai sebagai campuran berbagai gas yang tidakberwarna dan tidak berbau yang
memenuhi ruang permukaan bumi. Menurutwikipedia, udara didefinisikan sebagai
campuran gas yang terdapat di permukaanbumi, mengandung 78% nitrogen, 21%
oksigen, 1% uap air, karbondioksida, dan
bernagai jenis gas lainnya. Sedangkan pengertian udara menurut KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia) adalahcampuran berbagai gas yang tidak berwarnadantidak berbau
yang memenuhi ruang
di atas bumi
seperti yang dihirup
saat bernapas; ruang di atas bumi yang berisi hawa; segala sesuatu yang
berhubungan dengan penerbangan; suasana. Sebagai suatu gas yang ada di
permukaan bumi, udara memiliki istilah
lain dalam bidang
ilmu pengetahuan, yakni
atmosfer.Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubuni bumi yang
memiliki 4 lapisan,yakni troposfer, stratosfer, mesosfer, dan
termosfer.Berbicara tentang udara,
sebuah teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak,
keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbangan.Yang merupkan
teknik pemakaian udara bertekanan. Semua itu mengerucut pada Pneumatik. Istilah
pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘pneuma’ yangberarti napas atau
udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik
penggunaan udara bertekanan, baik
tekanan di atas 1 atmosfer maupun
tekanan dibawah 1
atmosfer (vacum). Yang dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri
(dunia perusahaan dan khususnya dalam teknik mesin) merupakan ilmu pengetahuan
dari semua proses mekanis dimana udara memindahkan suatu gaya atau suatu
gerakan. Dalam pengertian
yang lebih sempit
pneumatik dapatdiartikan sebagai
teknik udara mampat (compressed air technology). Sedangkan dalam pengertian
teknik pneumatik meliputi : alat-alat penggerakan, pengukur-an,pengaturan,
pengendalian, penghubungan dan perentangan yang meminjam gaya
dan penggeraknya dari
udara mampat. Dalam
penggunaan sistem pneumatik semuanya menggunakan udara sebagai
fluida kerja dalam arti udara
mampatsebagai pendukung, pengangkut, dan pemberi tenaga
1.2
Rumusan Masalah
1. Bagaimana pronsip kerja dari penumatik ?
2. Bagaimana prosedur
merangkai komponen pnuematik ?
3. Bagaiman lagkah kerja
rangkaian pneumatic ?
1.3 Tujuan
1. Memahami prinsip
kerja dari pneumatic
2. Dapat merangkain
komponen peneumatik dengan benar
3. Mengerti langkah
kerja dari rangkaian pneumatic
BAB II
DASAR TEORI
2.1
Pengertian Sistem Pneumatik
Pneumatik berasal
dari kata Yunani yaitu ”pneuma” yang
berarti udara. Jadi Pneumatik adalah ilmu yang berkaitan dengan gerakan maupun
kondisi yang berkaitan dengan udara.
Perangkat Pneumatik bekerja
dengan memanfaatkan udara yang
dimampatkan (compressed air). Dalam hal ini udara yang dimampatkan akan
didistribusikan kepada sistem yang ada sehingga kapasitas sistem terpenuhi.
Untuk memenuhi kebutuhan udara yang dimampatkan kita memerlukan Compressor.
Dalam penerapannya sistempneumatik biasanya digunakan sebagai sistem automasi.
Keuntungan penggunaan
sistem pneumatik :
a. Ketersediaan yang tak
terbatas
b. Mudah disalurkan
c. Aman
d. Dapat disimpan
Kelemahan penggunaan sistem pneumatik :
a. Mudah terjadi
kebocoran
b. Memerlukan instalasi
peralatan penghasil udara
c. Menimbulkan suara
bising
Adapun ciri-ciri
daripada perangkat sistem pneumatik yang tidak dipunyai oleh sistem alat yang
lain, adalah sebagai berikut :
a. Sistem pengempaan,
yaitu udara disedot
atau diisap dari
atmospher kemudian dimampatkan (dikompresi) sampai batas tekanan kerja
tertentu(sesuai dengan yang diinginkan). Dimana selama terjadinya kompresi ini
suhu udara menjadi naik.
b. Pendinginan dan
Penyimpanan, yaitu udara
hasil kempaan yang
naik suhunya harus didinginkan
dan disimpan dalam
keadaan bertekanan sampai ke
obyek yang diperlukan.
b. Ekspansi
(pengembangan), yaitu udara diperbolehkan untuk
berekspansi
c. Melakukan kerja ketika diperlukan.
d. Pembuangan, yaitu udara
hasil ekspansi kemudian
dibebaskan lagi
ke atmosphere (dibuang)
2.2 Komponen Sistem Pneumatik
v
Kompressor
Kompressor
digunakan untuk menghisap
udara di atmosfer
dan menyimpannya kedalam tangki penampung atau receiver.

v Pressure Gauge
Komponen ini Berfungsi untuk
mengetahui Tekanan udara yang bekerja di dalam rangkaian pneumatic.

v Line / Pipa penghubung
Berfungsi sebagai penghubung antar
komponen pneumatic agar dapat bekerja.

v Directional Valve
Directional valve atau katub
pengatur arah yang instalasinya berada tepat sebelum aktuator, adalah berfungsi untuk mengatur
kerja aktuator dengan cara mengatur arah udara terkompresi yang masuk atau
keluar dari actuator. Memiliki banyak jenis contohnya:


v DAC (Double Acting Cylinder)
Silinder kerja double acting
adalah silinder kerja yang memiliki dua buah ruang fluida didalam ruang silinder, yaitu ruang silinder
diatas dan dibawah piston. Hanya saja, ruang fluida diatas piston lebih kecil
dibanding ruang fluida yang dibawah piston, karena sebagian ruangannya tersita
oleh batang piston. Kontruksi tersebut,
silinder kerja memungkinkan untuk
dapat melakukan gerak bolak-balik.

v SAC (Single Acting Cylinder)
Silinder yang hanya memiliki
satu saluran , yang berguna untuk mendorong batang piston, sedangkan
pengembalianya dilakukan oleh pegas.

BAB III
LANGKAH PRAKTIKUM
3.1 Alat & Bahan
·
kompresor
·
katup sumber / air service unit
·
katup 4/2
·
katup pengatur tekanan
·
katup 3/2
·
piston DAC
·
indicator gauge
·
selang
·
sambungan T
·
Papan Rangkaian
3.2
Diagram
Rangkaian

Gambar : Diagram rangkaian control pemindah barang
3.3 Prosedur Praktek
1.
menghubungkan kabel kompresor ke stop
kontak
2.
menghubungkan selang kompresor ke katup sumber
3.
dari katup sumber dihubungkan ke indicator,
katup 4/2 (P)dan 3/2
4.
dari katup 3/2 dihubungkan kekatup
4/2 (X dan Y)
5.
dari katup 4/2
(Adan B) dihubungkan ke katup pengatur tekanan,
dan katup tekanan ke
piston DAC
6.
Saat push button 3⁄2 sebelah kiri ditekan akan menggerakkan
DAC dan udara → A → R Sedangkan saat push button
3⁄2 sebelah kanan ditekan maka DAC akan bergerak mundur dan aliran
udaranya dari DAC → A → R
7.
Atur katup pengatur tekanan jika ingin
mempercepat/memperlambat aliran piston
8.
Jika terdapat permasalahan pada
rangkaian, maka langkahnya dengan pengecekan satu persatu melalui outpunt dari
komponen tersebut, jika tidak terdapat aliran udara maka dapat dipastikan
komponen tersebut rusak.
9.

Gambar : Pemasangan
rangkaian control pemindah barang (manual)
BAB
IV
ANALISA DATA
4.1 Dari peralatan dan cara
kerjanya, maka diperoleh diagram
Langkah
Komponen Posisi
1 2 3 4 5=1

Silinder A

Gambar 2.8 Diagram Step Peralatan Pemindah Bahan
4.2 Prinsip Kerja Rangkaian
Urutan
kerjanya dapat di tuliskan sebagai berikut:
1.
Silinder A maju (1-2)
2.
Silinder B maju (2-3)
3.
Silinder A mundur (3-4)
4.
Silinder B mudur (4-5)
Jika Piston A maju, akan menekan katup a1 dan
dengan katup a1 ini dapat dimanfaatkan untuk memajukan piston B, Piston B maju
akan menekan katup b1,b1 dapat digunakan untuk memundurkan piston A, Piston A
mundur akan menekan katup a0, katup a0 akan digunakan untuk memundurkan piston
B. Dalam hal ii katup b0 dinamakan Start Interlock, yaitu katup terakhir yang
tertekan untuk melakukan siklus seperti semula.
Uraian gerakan tersebut dapat disederhanakan
menjadi gambar di bawah ini:

Gambar
: Urutan Kerja Piston Peralatan Pemindah Bahan
4.3 Foto Hasil Rangkaian

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berikut
ini adalah kesimpulan yang kami dapat dari hasil praktikum :
a. Merangkai komponen pneumatic
membutuhkan beberapa langkah sebelum mulai merangkai komponen , salah satumya
membuat skematik rangkaian terlebih dahulu agar hasil rangkaian sesuai
rancangan.
b. Sistem pneumatik adalah sebuah
sistem yang menggunakan fluida udara sebagai
tenaga semua komponen
pada sistem pneumatik
yang mempunyai fungsi masing-masing, seperti katup input, yang berfungsi
untuk menghubungkan aliran udara terkompresi dari kompresor menujuaktuator.
5.2 Saran
sebelum
merangkai komponen-komponen pneumatic sebaiknya dilakukan pengujian terhadap
masing-masing komponen , karena terkadang terdapat komponen yang sudah tidak
layak digunakan atau rusak.
DAFTAR PUSTAKA
Modul Praktikum Sistem Pneumatik dan
Hidrolik